MotoGP 2019 : Menjadi Cuaca Paling Ekstrem di Kejuaraan Dunia

MotoGP 2019 : Menjadi Cuaca Paling Ekstrem di Kejuaraan Dunia

 

Pada Kejuaraan Sepeda Motor Dunia 2019, pengendara akan berkompetisi di 19 balapan di lokasi yang sangat berbeda di seluruh dunia, dengan kondisi iklim yang berbeda mulai dari hujan lebat hingga panas yang mencekik.

 

 

Cuaca Yang Sangat Panas

 

Jika kita meletakkan termometer di semua sirkuit MotoGP, tentunya  pembacaan tertinggi akan berada di Losail, di tengah padang pasir.

 

Untungnya, balapan berlangsung pada malam hari ketika suhu jauh lebih rendah. Namun, balapan malam hari juga datang dengan komplikasi, yaitu berkurangnya jarak pandang karena kondisi gelap.

 

Itu sebabnya sistem pencahayaan Losail mencakup 1000 struktur dan 3600 lampu.

 

Lebih dari 500 km kabel menghubungkan sistem ini, yang tidak hanya menerangi trek tetapi juga permukaan pemantulan sekunder untuk mengurangi bayangan.

 

Penting juga untuk memastikan bayang-bayang sekecil mungkin sehingga mereka tidak mengganggu pengendara dan membuat mereka berpikir ada pesaing yang muncul di belakang mereka.

 

 

Dalam kondisi ini, beberapa pengendara lebih suka menggunakan pelindung dengan filter kuning untuk meningkatkan penglihatan mereka.

 

sementara yang lain memilih pelindung transparan yang biasanya digunakan dalam perlombaan hujan.

Balapan di malam hari juga berarti mereka harus mengubah rutinitas mereka,seperti bangun dan tidur lebih lambat dari biasanya, tetapi ini masih jauh lebih baik daripada bersaing dalam panas yang ekstrem.

 

Di Sepang dan Buriram misalnya, suhu bisa mencapai 35 ° C dengan kelembaban sekitar 95%.

 

Untuk menghadapi kondisi ekstrem ini, dalam minggu-minggu menjelang perlombaan pembalap berlatih dengan cara menambah lapisan pakaian mereka untuk menciptakan hawa panas.

 

Selain itu pembalap juga menggunakan sauna untuk membiasakan diri dengan cuaca ekstrem yang akan di hadapi.

 

Selain itu, para pembalap juga mengikuti diet khusus dan menambah asupan cairan mereka untuk mencegah dehidrasi.

 

Pembalap membawa setengah liter air di punggung mereka, tetapi meskipun demikian mereka bisa kehilangan antara 1,5 dan 2,5 kg selama perlombaan.

 

Karena dehidrasi dapat menyebabkan pengendara kram atau kehilangan konsentrasi, tetapi ini bukan satu-satunya aspek yang dipengaruhi oleh panas.

 

Baca Juga : Stasiun Pemantau Cuaca Tertinggi Di Dunia

 

Selain itu juga mempengaruhi mekanisme motor dan dapat mengurangi kinerja keseluruhan atau mengubah cara kerja beberapa sistemnya.

 

 

Aspal panas jauh lebih sulit di ban dan menyebabkan mereka cepat aus. Rem juga terpengaruh karena dapat terlalu panas dan pecah jika tidak berventilasi dengan baik.

 

Hujan Deras

Meskipun bisa turun hujan selama balapan apa pun, itu lebih cenderung terjadi di beberapa sirkuit daripada yang lain.   Kita berbicara tentang trek seperti Silverstone atau Motegi, di mana cuaca dapat berubah menjadi lebih buruk dan lebih dari satu menit ke menit berikutnya.

 

Balapan basah menghadirkan tantangan khusus yang memengaruhi gaya mengemudi pengendara dan pengaturan sepeda motor. Pengendara harus sangat berhati-hati dan mudah di rem dan akselerator.   Mereka tidak dapat bersandar pada tikungan sebanyak dalam perlombaan kering karena ban memiliki cengkeraman kurang.

 

 

Secara keseluruhan, ini lebih berisiko, artinya pengendara harus berkonsentrasi dan tetap sadar untuk merespons setiap situasi.  Elektronik memainkan peran penting pada hari-hari perlombaan hujan, dengan menyesuaikan pengaturan untuk memastikan daya disediakan dengan lancar dan mencegah sepeda motor melakukan gerakan kasar.

 

Ban hujan, yang lebih lunak dari ban licin, digunakan karena lebih cepat panas dan menawarkan cengkeraman yang lebih baik.  Mereka juga memiliki alur yang memungkinkan air keluar dan mencegah aquaplaning. Akhirnya, suspensi melunak untuk mencegah bagian depan motor menjadi terlalu kencang, kritis saat bergantian.  

 

Pengendara menggunakan berbagai peralatan dalam kondisi basah, yang menyeimbangkan kenyamanan dan keamanan. Helm yang digunakan saat hujan di desain memiliki ventilasi yang lebih baik untuk menghentikan pengembunan yang menyebabkan kabut menutupi helm.   Visor yang digunakan dalam situasi ini lebih transparan karena hujan sering disertai dengan kondisi yang lebih gelap.

 

Pelindung lutut dan bantalan siku lebih tebal untuk membantu pengendara menghitung sudut kemiringan yang lebih aman, dan sarung tangan lebih tipis untuk membantu pengendara memiliki rasa yang lebih baik terhadap sepeda motor.   

Angin Kencang

Berkendara dengan angin kencang tidaklah mudah, terutama berlaku di Phillip Island. Angin dingin yang mendinginkan aspal di beberapa bagian sirkuit Australia ini, mengurangi cengkeraman ban.   

 

Perubahan suhu ini merupakan tantangan karena traksi hilang, terutama di sisi kanan ban. Angin juga dapat mendorong pengendara keluar dari lintasan, yang berarti mereka harus memperhatikan kemudi. Jika itu tidak cukup, angin ini juga dapat membawa kondisi cuaca yang tak terduga dari salju ke musim panas.

 

Dengan weather station kita dapat memprediksi cuaca yang akan terjadi kedepannya. merekam dan mencatat segala perubahan cuaca, iklim dan atmosfir bumi di suatu wilayah secara otomatis dengan kecepatan tinggi dan akurat. dapat diaplikasikan untuk penelitian pertanian, ekologi, metrologi, atmosfir, suhu, iklim, dan penelitian lainnya yang berhubungan dengan cuaca. 

 

Loggerindo jual Weather Station (Stasiun Cuaca) Onset dari HOBO untuk pemantauan dan monitoring cuaca.

Untuk info pemesanan silahkan hubungi :

Office : 021-8690-6777

Email : Sales@alatuji.com / Marketing.hobo@taharica.com






Produk Terkait dengan artikel MotoGP 2019 : Menjadi Cuaca Paling Ekstrem di Kejuaraan Dunia

C02 and Temp output cable for H22-001, U30 or RX3000
C02 and Temp output cable for H22-001, U30 or RX3000
U30 USB Weather Station Data Logger Part - HOBO - U30-NRC
U30 USB Weather Station Data Logger Part - HOBO - U30-NRC
(Set) Wind Smart Sensor - S-WSET-A
(Set) Wind Smart Sensor - S-WSET-A
Wind Speed (with 3m cable) Smart Sensor - S-WSA-M003
Wind Speed (with 3m cable) Smart Sensor - S-WSA-M003