Karbon Dioksida (CO2) Tinggi Dalam Ruangan Membuat Produktivitas Menurun

American Society of Heating, Refrigerating, and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE) mendefinisikan kualitas udara dalam ruangan yang dapat diterima sebagai “udara di mana tidak terkontaminasi konsentrasi berbahaya sebagaimana ditentukan oleh otoritas yang berwenang dan kebanyakan orang pada umumnya.

Penanda utama kualitas udara dalam ruangan adalah karbon dioksida, dimana udara ini dapat ditemukan saat manusia dan hewan mengeluarkan nafas, bahan organik yang membusuk, termasuk pembakaran kayu, karbohidrat, dan bahan bakar fosil. Pada kepadatan rendah, CO2 tidak berbau dan tidak berasa. Namun, konsentrasi dalam ruangan yang berbeda adalah pengganti untuk metrik kualitas udara tertentu, terutama persepsi penghuni yang berbau (bau badan). Tidak hanya ventilasi bangunan yang tidak memadai meningkatkan kelembaban dan jamur, tetapi peningkatan CO2 meningkatkan keluhan udara serta mengganggu produktivitas penghuni dan pengambilan keputusan.

Dalam sebuah studi, menurut Lawrence Berkeley National Laboratory, "Pada sembilan skala kinerja pengambilan keputusan, subjek uji menunjukkan pengurangan yang signifikan pada enam skala pada tingkat CO2 1.000 bagian per juta (ppm) dan terdapat pengurangan besar tujuh skala pada 2.500 ppm. Penurunan kinerja yang paling dramatis, di mana subjek dinilai sebagai 'disfungsional,' adalah untuk mengambil inisiatif dan berpikir secara strategis ”.

Penelitian ini menantang kebijaksanaan konvensional bahwa konsentrasi CO2 5.000 ppm adalah batas karbondioksida yang dapat diterima di lingkungan kerja. Bayangkan dampaknya terhadap pekerja kantor, instruktur, siswa, dan profesional medis ketika fungsi kritis kognitif dan pengambilan keputusan menurun. Meskipun penelitian ini tidak menguji kemampuan belajar dibandingkan konsentrasi CO2, namun jelas menunjukkan gangguan kemampuan kognitif dan pengambilan keputusan, yang dapat mempengaruhi nalar siswa dan nilai tes. Ini adalah seruan untuk para pendidik di seluruh dunia, dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

CO2 atau Karbondioksida dapat dipantau dengan menggunakan CO2 Data Logger seperti HOBO MX1102 BLE Data Logger.

 



Produk Terkait dengan artikel Karbon Dioksida (CO2) Tinggi Dalam Ruangan Membuat Produktivitas Menurun

Sensor output cable for U12 loggers - CABLE-CO2
Sensor output cable for U12 loggers - CABLE-CO2
USB Weather Station Data Logger - HOBO -  U30-NRC
USB Weather Station Data Logger - HOBO - U30-NRC
4 - Channel Analog Data Logger - HOBO - UX120-006M
4 - Channel Analog Data Logger - HOBO - UX120-006M
4-Channel External Data Logger - HOBO U12-008
4-Channel External Data Logger - HOBO U12-008