Antisipasi Musim Hujan Dengan Rainfall Gauge Data Logger

Saat ini, Indonesia sedang mengalami pergantian musim dari musim panas ke musim hujan. Karena pada akhir Oktober lalu, sejumlah kota besar di Indonesia sudah mengalami hujan yang cukup lebat. Selain itu, Indonesia memang memasuki musim hujan pada bulan Oktober hingga bulan April. Itensitas curah hujan pada musim hujan tergolong tinggi dan musim hujan memiliki tigas sifat, yaitu Normal (85% - 115% dari rata-rata musim hujan 30 tahun kebelakang), bersifat "Atas Normal" (lebih dari 115% dari rata-rata musim hujan 30 tahun kebelakang), atau bersifat "Bawah Normal" (kurang dari 85% dari rata-rata musim hujan 30 tahun kebelakang).

Musim hujan memiliki berberapa keuntungan seperti cuaca menjadi lebih sejuk, menyuburkan tanah, air menjadi berlimpah, suplai air meningkat, air di irigasi terisi sehingga bermanfaat untuk sawah dan perkebunan serta air dapat dikumpulkan untuk menghadapi musim kemarau. Namun, musim hujan dapat menyebabkan berberapa kerugian seperti sulit untuk melakukan aktifitas, menjadi penyebab banjir, munculnya berbagai penyakit (umumnya flu dan diare), menumpuknya sampah di sungai atau kali, terjadi bencana longsor di tempat yang pohonnya sedikit, kecepatan angin berkurang, gelombang laut menjadi tinggi sehingga menyusahkan nelayan, dan seringkali menjadi penyebab tumbangnya pohon karena tiupan angin yang kencang.

Meskipun begitu, kerugian yang ditimbulkan oleh musim hujan dapat diperhitungkan jika dilakukan pemantauan dan analisa terhadap curah hujan yang terjadi, sehingga bisa mengantisipasi kerugian yang mungkin akan muncul jika akan terjadi hujan besar (yang bisa menimbulkan bencana). Dengan alat pengamatan yang tepat, maka para pengamat cuaca dapat menganalisa kemungkinan curah hujan yang akan datang. Meskipun sudah terdapat badan pengamat cuaca seperti BMKG, namun terkadang untuk mendapatkan data aktual butuh birokrasi yang merepotkan sehingga banyak waktu yang terbuang, selain itu data yang didapat dari live view BMKG terkadang tidak detail.

Kini sudah ada solusi yang dapat memantau perubahan cuaca atau curah hujan. Alat tersebut adalah Weather station (Stasiun Cuaca). Stasiun Cuaca adalah perangkat alat yang digunakan untuk merekam dan mencatat segala perubahan cuaca, iklim dan atmosfir bumi di suatu wilayah secara otomatis dengan kecepatan tinggi dan akurat. Weather Station Onset memiliki satu bagian yang dapat memantau dan mengukur curah hujan, yaitu Rain Gauge Data Logger.

Rain Gauge Data Logger memiliki kemampuan mencatat curah hujan hingga 160 inci curah hujan dengan laju hingga 12,7 cm (5 inci) per jam. Sistem Rain Gauge Data Logging bertenaga baterai dan sudah termasuk dengan Pendant HOBO® Data logger yang digabungkan dengan pengukur curah hujan tipping-bucket. Rain Gauge Data Logger dengan mudah mengumpulkan data hujan, waktu, dan durasi, serta suhu ditambah dengan perisai radiasi matahari opsional (RS1 Solar Radiation Shield, atau M-RSA). Alat ini dipasang pada weather station portabel yang dapat mengukur suhu, iklim, angin, udara secara bersamaan. Dengan begitu, data yang didapat akan semakin lengkap dan akurat. Rain Gauge dapat diaplikasikan untuk pengamatan dan analisa curah hujan untuk masa mendatang sehingga pengguna bisa mengantisipasi terjadinya musim hujan yang besar. Dengan menggunakan Rain Gauge Data Logger, musim hujan dapat diantisipasi secara tepat.

 




Produk Terkait dengan artikel Antisipasi Musim Hujan Dengan Rainfall Gauge Data Logger

Davis® 0.01
Davis® 0.01" Rain Gauge Smart Sensor - S-RGC-M002
Davis® 0.2 mm Rain Gauge Smart Sensor Sensor - S-RGF-M002
Davis® 0.2 mm Rain Gauge Smart Sensor Sensor - S-RGF-M002
0.2 mm Rainfall (2m cable) Smart Sensor - S-RGB-M002
0.2 mm Rainfall (2m cable) Smart Sensor - S-RGB-M002
0.01
0.01" Rain Gauge (2m cable) Smart Sensor - S-RGA-M002