Mengukur tingkat keasaman dengan alat pengukur pH

Dalam ilmu kimia, terdapat salah satu pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan yang terdapat didalam larutan. Pengukuran tersebut dinamakan dengan pengukuran pH. Pengukuran pH memiliki tingkat yang berbeda. Untuk air murni, tingkat keasamaannya adalah netral sehingga skala pengukurannya adalah 7,0. Untuk larutan yang lebih dari 7,0 memiliki sifat yang disebut dengan basa sedangkan larutan yang kurang dari 7,0 disebut dengan asam. Pengukuran pH pertama kali dikenalkan oleh seorang ilmuwan kimia dari Denmark pada tahun 1909 dengan nama Søren Peder Lauritz Sørensen. Untuk memudahkan pengukuran pH, tingkat keasaman diberikan skala warna. Untuk asam diberi warna merah dan basa diberi warna biru.

Pengukuran pH sangat penting terutama dalam bidang yang berhubungan dengan kimia seperti ilmu kimia, kedokteran, farmasi, pertanian, rekayasa, ilmu pangan dan biologi. Bidang lain juga menggunakan pengukuran pH hanya saja pengaplikasiannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan bidang yang berhubungan erat dengan pengukuran pH. Pengukuran pH digunakan untuk membuat cairan komposisi dari sebuah produk seperti obat atau larutan. Untuk melakukan pengukuran pH, dibutuhkan alat dan indikator yang dapat mengukur pH, alat tersebut dinamakan alat pengukur pH.

Alat pengukur pH yang sering dijumpai salah satunya adalah pH meter. Sebenarnya, untuk menentukan tingkatan pH cukup menggunakan lembaran kertas. Hanya saja, untuk mengetahui nilai detail dari pengukuran dibutuhkan alat seperti pH meter. pH meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur pH dalam suatu larutan atau cairan. Cara kerja dari pH meter adalah dengan menggunakan prinsip potensial elektro kimia. Potensial elektro kimia dapat membandingkan antara merkuri Cloride (HgCI) yang terdapat didalam pH meter dengan pottasium chloride (KCI) yang dilarutkan didalam gelas electrode. Cairan akan dimasukkan kedalam gelas electrode dan selanjutnya cairan tersebut akan bereaksi terhadap pottasium chloride. Reaksi tersebut dideteksi oleh logam yang ada diujung alat pH meter yang kemudian merkuri Cloride akan bereaksi di pengukuran sehingga hasil pengukuran akan ditampilkan di display.

pH meter dapat mengukur secara detail namun tidak dapat menyimpan hasil pengukurannya. Untuk melakukan penyimpanan hasil pengukuran, dibutuhkan alat tambahan lagi. Oleh karena itu, kini sudah ada alat pengukur ph yang dapat mengukur dan menyimpan hasil pengukurannya di dalam memori internal secara bersamaan. Alat tersebut bernama Alat Ukur PH - pHionics STs pH Sensor.

Alat Ukur PH - pHionics STs pH Sensor adalah alat yang mengukur tingkat keasaman serta dapat mencatat hasil pengukuran kedalam data logger. Alat ini bekerja dengan menggunakan sensor pemancar untuk mendeteksi tingkat keasaman atau kebasaan didalam cairan. Alat ukur ini mempunyai desain yang compact dan mudah dibawa kemana-mana. Alat ukur pHionics STs pH dapat digunakan untuk:

1. Mengetahui tingkat keamanan air
2. Diatur sesuai dengan ketentuan pemerintah
3. Sesuai dengan kebutuhan produksi dan utility

Alat ini cocok untuk pengukuran dan pemantauan tingkat keasaman dalam larutan atau cairan dan dapat diaplikasikan untuk pengolahan/pemantauan air limbah, air sungai, air danau, air tanah serta air khusus yang disimpan didalam wadah yang besar.




Produk Terkait dengan artikel Mengukur tingkat keasaman dengan alat pengukur pH

Alat Ukur PH - pHionics STs pH Sensor
Alat Ukur PH - pHionics STs pH Sensor